Selasa, 27 Oktober 2009

Candi Sukuh

Letak Geografis : dilereng gunung lawu Desa Sumberejo kurang lebih 910 m diatas permukaan air laut, di kelilingi oleh 3 bukit:
1. Bukit sukuh : yang dipercaya sebagai istana raja Brajadenta
2. Bukit tambak : Istana Rakian B.Mukti
3. Bukit Pringgodani : Istana Raden Gathot kaca
Uraian:
candi sukuh menghadap kebarat pangkalan timur kepuncak gunung Lawu karena Puncak gunung di orientasikan sebagai tempat bersemayamnya para Dewadan juga arwah nenek moyang.
Dalam hindu 4 penjuru mata angin di nyatakan dalam:
1.Argo Dumilah
2.Argo Dalem
3.Argo Tiling
4.Argo Puruso

Sejarah candi Sukuh
pada pada Gapura candi terdapat Chandrasengkolo memet yang menunjukan Gapuro buto anahot Buntut berarti angka 1359

Bagian pada candi:
Relief dan Arca:
1. Gerbang : terdapat gambar kepala kala yang berada di belakang dan di depan , terdapat relief yang menggambarkan sesosok raksasa telanjang dengan ujung penis terdapat tonjolan menelan sesuatu(kemungkinana Bayi) posisi diuntal malang?horizontal dan di sebelahnya terdapat seekor burung. dan pada Gapura lainya terdapat Candrasengkala memet yang menggambarkan gapuro buto nguntal wang yang artinya:
Gapuro :9
Buto :5
nguntal :3
wang/wong :1
yang dalam penulisannya dibalik 1359 tahun saka
2.Lorong : terdapat Relief yang sering digunakan sebagai media uji keperawanan relief ini terletak di bawah gapura relief ini bergambar dua alat vital laki-laki yang mengarah ke alat vital perempuan palur vulva dibingkai tali yang melingkar tanda persetubuhan,simbul ritual keseburan, bagi wanita yang sudah tidak perawan lagi maka selendang atau jarit yang dikenakannya akan sobek hal ini melambangkan selaput dara yang telah robek.
3. Halaman 1 : terdapat umpak yang berukuran besar umpak tersebut dahulu digunakan sebagai landasan tiang penyangga pendopo, terdapat serpihan kemuncak dan relief balok.
a. Relief 1
menggambarkan gambar seorang Satria mengendarai kuda dan pengawalnya yang memayunginya selain itu sang ksatria juga membawa tombak hal ini menunjukan ksatria ini sedang manuju peperangan.
b. Relief 2
dua orang yang mengendarai Gajah dengan genta dan membawa tongkat gambar ini menunjukan dia seorang bangsawan karena pada masa abad tersebut biasanya orang yang mengendarai gajah ialah seorang bangsawan.
b. Relief 3
sapi dalam kejaran ini menunjukan bahwa rakyat pada masa itu masih berburu
c. Relief 4
babi hutan

4. Halaman 2 : gapura berbentuk Piramida seperti ditambal agar sinkron dengan chandinya
5. Halaman 3/halaman utama: terdapat sepasang arca Garuda namun kedua gambar relief tersebut digambarkan tidak murni garuda namun setengah manusia hal ini membuktikan adanya mitologi.
a.Pada relief binatang perempuan :
kakinya menyerupai kaki binatang lengkap dengan jalunya, pakai Bandong"penutup kelamin perempuan yang terbuat dari logam"fungsi bandong tersebut sebagai mengaman agar terhindar dari perselingkuhan.
b.Pada relief gambar garuda jantan :
tampak dari belakang garuda memikul hasil bumi produk hasil bumi masyarakat candi sukuh pada masa tersebut
c.Arca kiri:
lawang ajek wesi"pagar wsi "duk pinetep kapetep dening Medang?solo sekitar abad 15 tokoh ki lembu rama kasubuh alubuh geni harebut bumi implitasinya parebut bumi berarti bencana alam yang terjadi pada abad tersebut,terdapat pula candrasengkala yang berbunyi kacaritane bayajang maramari setra hanag bango yaitu tahun 1363 saka
RELIEF-RELIEF
1.Relief Sudamala
setengah manusia setengah dewa kisah dimulai dari kaendran dimana dewa siwa secara tidak sengaja memergoki dewi uma yang sedang berselingkuh dengan dewa wisnu yang kemudian dikutuk menjadi raksasa dan dibuang di pasetra ganda mayu dengan nama Ranini, dan kutukan itu dapat hilang jika dia diruat oleh si bungsu dari pendawa "Sadewa".
2.relief kedua peristiwa laen, ketika seorang bidadara yang tanpa sengaja lewat ketika dewa siwa sedang bercengkaram dengan dewi uma bidadara tersebut ialah citragada dan citra soma yang kemudian dikutuk menjadi raksasa jalu dan dara dan kelak kedua raksasa inilah yang mengalahkan pandawa dalam perang Barata yuda.
3.Relief ketiga kemudian menggambarkan dewi kunti yang meminta bantuan kepada Ranini di Setra ganda mayu di setra ganda mayu tersebut dewi kunti di temani oleh punokawannya yaitu semar,gareng,petuk,bagong,dalam crita ini Ranini bersedia membantu dengan syarat Sadewa harus menjadi tumbal,pada relief ini digambarkan dewi kunthi dirasui Nikalika
4.Relief keempat Sadewa diikat di randu alas di setra ganda mayu pada malam hari, dalam relief ini ranini membawa pedang yang berukuran besar yang berfungsi untuk membunuh Sadewa, namun semar membaca mantra dan menyebarkan beras kuning dan kemudian sadewa berubah menjadi kambing.kemudian sebagai hadiah nya Sadewa diberikan Sudamala dan setra ganda mayu kemudian tiba-tiba berubah menjadi taman yang indah dan dipenuhi bunga-bunga.
5.Relief ke 5

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar